PROFESIONLISME BERKOMUNIKASI MELALUI TELEPON

Kita berkomunikasi agar dapat mengerti dan dimengerti. Oleh karena itu komunikasi merupakan suatu proses dua arah. Komunikasi yang baik memerlukan kesabaran, keahlian dan komitmen. Komunikasi yang baik memerlukan suatu pesan yang harus disampaikan kepada penerima dan pesan tersebut harus diterima dan apakah penerima telah mengerti adalah dengan mengidentifikasi tanggapan atau respon. Dengan kata lain, lawan bicara harus mengatakan “Ya, saya mengerti”, : Oh begitu”, atau sebaliknya” Saya tidak mengerti”.
Dalam percakapan melalui telepon, pengaruh pesan secara potensial dapat hilang, kecuali digantikan dengan cara cara lain. Yang anda miliki hanyalah suara. Oleh karena itu anda harus membuat suara anda terdengar jelas, positif dan berminat. Aksen tidaklah penting, tetapi kejelasan itu penting terdengar bersemangat mungkin sulit dilakukan diakhir suatu hari yang melelahkan, tetapi hal tersebut sangat berguna.
Hal-hal praktis yang harus diperhatikan adalah:
1. Infleksi
Cobalah untuk tidak berbicara dengan nada monoton. Buatlah suara anda meninggi dan merendah.
2. Nada
Nada merupakan cerminan dari sikap anda.
3. Kecepatan
Jangan berbicara terlalu cepat, berilah waktu kepada lawan berbicara untuk memikirkan apa yang anda katakan.
4. Lafal
Berbicaralah dengan jelas dan jangan pernah berbicara dengan sesuatu dimulut anda. Berhati-hatilah khususnya dengan nama-nama orang, alamat dan lain-lain. (Bagyono, 2006 : 108).

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: