Hotelier

Dalam bahasa perancis, hotel (mansion) mengimplikasikan sebuah tingkat kenyamanan yang tinggi, kemewahan, dam pelayanan personal. Yang dimaksud dengan pelayanan pribadi disini adalah adanya pelayanan makanan dan minuman.

Hotel atau inn merupakan jenis akomodasi tertua yang oleh Bangsa Inggris didefinisikan sebagai tempat dimana para pelancong berkelas mendapat jasa penginapan dan makanan dengan cara menyewa dan penyewa dalam keadaan yang memungkinkan untuk memperoleh jasa itu. (Agus Sambodo & Bagyono, 2005: 3)

Untuk menguatkan pengertian hotel, ada baiknya dikutip dari beberapa definisi, yaitu antara lain:

  1. Menurut Surat Keputusan Menparpostel No. KM 37/PW.340/MPPT-86 tentang peraturan usaha dan penggolongan hotel adalah sebagai berikut:

Hotel adalah suatu jenis akomodasi yang mempergunakan sebagian atau seluruh bangunan untuk menyediakan jasa penginapan, makanan dan minuman serta jasa penunjang lainnya bagi umum yang dikelola secara komersial.

Dari penjelasan diatas dapat dijabarkan sebagai berikut:

a. Suatu jenis akomodasi;

b. Menggunakan sebagian atau seluruh bagian yang ada;

c Menyediakan jasa penginapan, makanan dan minuman serta jasa penunjang lainnya;

d. Disediakan bagi umum;

e. Dikelola secara komersial, yang dimaksud dengan dikelola secara komersial adalah dikelola dengan memperhitungkan untung atau ruginya, serta yang utama adalah bertujuan untuk mendapatkan keuntungan berupa uang sebagai tolak ukurnya. (Sulastiyono Agus, M.Si, 1999 : 6)

2. Menurut Surat Keputusan Menparpostel SK : KM 34 / HK 103 / MPPT – 87 adalah sebagai berikut:

Hotel adalah suatu jenis akomodasi yang mempergunakan sebagian atau seluruh bangunan untuk menyediakan jasa pelayanan penginapam, makan dan minum, serta jasa lainnya bagi umum, yang dikelola secara komersial serta memenuhi ketentuan persyaratan yang ditetapkan dalam surat keputusan.

(Endar Sugiarto, 1997 : 1)

3. Menurut Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 67 tahun 1996 tentang Penyelenggaraan Kepariwisataan Republik Indonesia pada pasal 61 menyatakan sebagai berikut:

Pelayanan pokok usaha hotel yang harus disediakan sekurang – kurangnya harus meliputi penyedian kamar tempat menginap dan pelayanan makan dan minum, penyediaan pelayanan pencucian pakaian dan penyediaan fasilitas lainnya. Peraturan tersebut secara implisit memberikan definisi mengenai hotel. (Bagyono, 2006 : 2)

 

Hotel dapat dibedakan berdasarkan lokasi hotel tersebut, antara lain:
a. Beach Hotel (Resort), yaitu hotel yang berlokasi dikawasan pantai. Hotel ini umumnya mengandalkan pemandangan kamar sebagai keunggulan kamar.
b. City Hotel, adalah hotel yang terletak di jantung kota atau di tengah kota. Jenis hotel ini lebih fleksibel, tamu yang berkunjung beraneka ragam.
c. Suburban Hotel, adalah hotel yang terletak di pinggiran kota. Hotel tipe ini dapat menarik tamu – tamu jarak jauh untuk singgah.
d. Airport Hotel, yaitu hotel yang terletak dilokasi bandar udara. Segmentasi pasar hotel ini adalah tamu – tamu yang transit untuk selanjutnya meneruskan perjalanan dengan pesawat udara.
e. Highway Hotel, adalah hotel yang berlokasi ditepi jalan raya ataupun di jalan bebas hambatan.
f. Downtown Hotel adalah hotel yang berlokasi diluar kota.
g. Resort Hotel, adalah hotel yang terletak dikawasan wisata, baik dipegunungan maupun pantai. (Agus Sambodo & Bagyono, 2005: 22)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: